Kali ini kita akan
membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia, yaitu tentang 14 contoh
contoh frasa dan pengertian frasa .frasa sendiri banyak jenisnya yaitu frasa
Setara, Bertingkat, Idiomatik, Eksosentrik, Endosentrik (koordinatif, Atributif
dan Apositif), Benda (Nomina), Kerja (Verba), Sifat / Adjectiva, Ketetangan /
Adverbia, Bilangan / Numeralia dan Frasa Depan / Preposisional beserta
penjelasannya. Semoga dapat membantu kalian..
FRASA
Pengertian dan Contoh Frasa
Pengertian dan Contoh Frasa setara dan Frasa
bertingkat
1. Pengertian frasa setara adalah apabila unsur
penyusun nya mempunyai kedudukan yang sama atau setara.
Contoh: "Saya dan adik makan-makan dan
minum-minum di taman depan."
Frasa “saya dan adik” merupakan frasa sama, karena
antara unsur “saya” dan unsur “adik” memiliki kedudukan yang setara atau tidak
saling menjelaskan.
Demikian juga frasa “makan-makan” dan “minum-minum”
termasuk frasa setara.
Frasa setara ditandai oleh adanya kata ‘dan‘ /
‘atau‘ di antara kedua unsur nya.
2. Pengertian Frasa bertingkat adalah frasa yang
terdiri atas inti dan atribut.
Contoh: "Kakak akan pergi nanti malam."
Frasa “nanti malam” terdiri atas unsur atribut dan
inti.Frasa Idiomatik
Contoh Frasa Idiomatik
:
Perhatikan 2 kalimat
dibawah !
(a) Dalam peristiwa
kebakaran kemarin, seorang penjaga toko menjadi kambing hitam.
(b) Untuk menyelamati
saudaranya, keluarga Pinto menyembelih seekor kambing hitam.
Kalimat (a) dan (b)
menggunakan frasa yang sama, yaitu frasa ‘kambing hitam‘.
Pada kalimat (a)
kambing hitam bermakna orang yang dipersalahkan dalam suatu kejadian, sedangkan
dalam kalimat (b) bermakna seekor kambing yang mempunyai warna bulu hitam.
Makna kambing hitam di
kalimat (a) tidak ada hubungannya dengan makna kata kambing dan hitam.
Artinya Pengertian
frasa idiomatik adalah frasa yang maknanya tidak bisa dijelaskan berdasarkan
makna kata yang membentuknya.
BACA JUGA : CONTOH PENGUMUMAN RESMI DAN TAK RESMI
Konstruksi Frasa
Frasa mempunyai 2 konstruksi,
yaitu konstruksi endosentrik dan eksosentrik.
Perhatikan kalimat
berikut: "Kedua saudagar itu telah mengadakan jual beli."
1. Frasa Eksosentrik
Kalimat tersebut
terdiri dari frasa ‘kedua saudagar itu’, ‘telah mengadakan’ dan ‘jual beli’.
Menurut distribusi nya frasa ‘kedua saudagar itu’ dan ‘telah mengadakan’ adalah
frasa endosentrik. Sedangkan frasa ‘jual beli’ adalah frasa eksosentrik.
Frasa kedua saudagar
itu bisa diwakili kata saudagar. Frasa telah mengadakan juga bisa diwakili kata
mengadakan.
Tetapi frasa jual beli
tidak bisa diwakili oleh kata jual maupun beli, Karena kedua kata tersebut
merupakan inti, sehingga mempunyai kedudukan yang sama.
Jadi, Pengertian Frasa
Esksosentrik adalah Frasa yang distribusinya tidak sama dengan salah satu atau
semua unsurnya.
2. Frasa Endosentrik
Frasa Endosentrik terbagi menjadi 3 yaitu:
Frasa Endosentrik yang
Koordinatif: dihubungkan dengan kata “dan” dan “atau”.
Contoh: "Pintu dan
jendela sedang dicat."
Frasa Endosentrik yang
Atributif: tersusun dari unsur-unsur yang tidak setara.
Contoh:
"Pekarangan luas yang akan didirikan bangunan itu milik Haji
Manarul."
Frasa Endosentrik yang
Apositif: secara semantik, unsur yang satu pada frasa endosentrik apositif
mempunyai makna sama dengan unsur yang lain. Unsur yang dipentingkan merupakan
unsur pusat, sedangkan unsur keterangan merupakan aposisi.
Contoh: "Arum,
putri Pak Ruchan, berhasil menjadi pelajar teladan."
Kelas Frasa
Frasa memiliki jenis 6
kelas kata. Meliputi Frasa Benda (Nomina), Kerja (Verba), Sifat / Adjectiva,
Ketetangan / Adverbia, Bilangan / Numeralia dan Frasa Depan / Preposisional.
1. Frasa Benda (Nomina)
adalah Frasa yang distribusinya sama dengan kata benda. Unsur pusat frasa
benda, yaitu kata benda.
Contoh Frasa Benda:
Bara menerima hadiah
ulang tahun.
Bara menerima hadiah.
Alasannya karena frasa
hadiah ulang tahun di kalimat distribusi sama dengan kata benda hadiah.
2. Frasa Kerja (Verba)
adalah
Frasa yang
distribusinya sama dengan kata kerja atau verba.
Contoh Frasa Kerja:
Arum sejak tadi akan
menulis dengan pensil baru.
Disebabkan karena frasa
akan menulis adalah kata kerja dan distribusinya sama dengan kata kerja
menulis.
3. Frasa Sifat
(adjectiva) adalah Frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat. Memiliki
inti berupa kata sifat. Kesamaan distribusi tersebut bisa dilihat dari contoh
frasa berikut.
Contoh Frasa Sifat:
Lukisan yang dipamerkan
itu memang bagus-bagus.
Lukisan yang dipamerkan
itu-bagus-bagus.
4. Frasa Keterangan
(adverbia) adalah Frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan. Pada
umumnya inti frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat
sering menduduki fungsi sebagai keterangan.
Contoh Frasa Keterangan:
Tidak biasanya dia pulang larut malam
Dia tidak biasanya pulang larut malam
Dia pulang larut malam tidak biasanya
5. Frasa Bilangan
(Numeralia) adalah Frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Biasanya
frasa bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong
atau kata bantu bilangan.
Contoh Frasa Bilangan:
Tiga orang serdadu
menghampirinya ke tempat itu.
6. Frasa Depan
(prepoposional) adalah Frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain
sebagai unsur penjelas.
Contoh Frasa Depan:
Laki-laki di depan itu
mengajukan pertanyaan kepada pembicara.
Frasa Yang Bersifat
Ambigu
Ambiguitas kadang
ditemukan dalam susunan frasa. Ambiguitas berarti kegandaan makna.
Contoh Frasa Ambigu:
Kambing hitam dan mobil
tetangga baru.
Frasa kambing hitam
bisa memiliki 2 makna yaitu kambing yang berbulu.
Frasa kambing hitam
bisa memiliki 2 makna yaitu kambing yang berbulu hitam dan suatu ungkapan..






0 komentar:
Posting Komentar